Thursday, May 12, 2016

YURIVA, YURIBA, IURIBA, EURIBARGGHHH


wgwgwgwgwg.

lagi pen ngomongin treni yg akhir2 ini cukup menarik perhatian gw, yuriva.

Yuriva secara fisik ga cantik2 amat, masih jauh ama ve, gre, shani,ikha. ga selucuk ipuy, leilei, dudut, tancihuy. Cantik iya, lucuk iya, tapi bukan itu point yg bikin gw tertarik sama euriba.

Pertama kali menarik perhatian gw pas pertama kali lihat dia perform di osi mesi bareng Cikacang.
Yuriva biasa aja

Cikacang
Pertama gw mau salut dulu sama cikacang (chikano Rina). Positioning dia sebagai member dewasa yg berani menampilkan sisi seksi menggoda membuat dia bisa punya ciri khas yg membuat dia tampil menonjol di JKT48. Haruka berhasil menampilkan sosok yg cantik, jahil, agak manja, random yg mebuat dia unik, Akicha gagal membentuk kekhasan dia (selain kenyataan bahwa dia memba import), dan sekarang Cikacang berhasil membentuk kekhasan karakter dia. SALUT!!!

Oshimeshi
Kembali ke iuriba dan osimesi. Pasangan Cikacang-Iuriba berhasil banget membawa suasana kisah cinta seorang wanita dewasa yg sudah berpengalaman, dengan gadis muda yg masih polos yg mengagumi dan mencintai sehingga rela "dimangsa" sang cewe dewasa tersebut yg menjanjikan untuk "mengajari" dia tentang cinta.

Cikacang berhasil membawakan peran yg dulu dibawakan oleh Ohori Megumi, yaitu peran wanita yg sudah penuh kedewasaan yg dominan, dan sedikit predatorik ingin memangsa sang gadis muda, dan Iuriba berhasil membawakan peran gadis lugu, suibmisif, yg rela dimangsa oleh cikacang malah kadang ngemodusin Cikacang agar memangsa dia :D

Iuriba
Setelah melihat dia di unit song ini, gw jadi tertarik juga melihat performance dia di luar  unit song. Dan gw jadi cukup kagum dengan kemampuan dia perform di antara member2 Team K3, team yg tergolong ganas dan enerjik dance-nya, tanpa terlihat tertinggal. Sebagai seorang trainee yg baru beberapa bulan join bersama Team K3 itu prestasi yg cukup hebat, paling ga menurut gw :D

Setelah beberapa kali lihat dia perform, gw melihat bahwa ternyata dance-nya Iuriba sebenernya masih belum sampai menyamai mayoritas menba Team K3, tapi juga tidak terlihat keteteran baik dari segi eksekusi maupun dari segi konfidens. Kadang Iuriba masih terlihat kurang enerjik, terutama di gerakan2 meninju keatas Iuriba terlihat hanya seperti mengangkat tangan ke atas, tidak terasa power meninjunya. Ekspresi Iuriba juga kadang masih terlihat bengong belum bisa ngikutin feel dari lagu, terutama di flow lagu yg berubah dari garang ke genit (Stand Up - Cool Girl) atau sebaliknya (Shamu Neko - Melos no Michi).

Tapi ndapapa, kekurangan Iuriba di antara kelebihannya itu yg membuat dia lebih terasa menarik. Gadis kecil yg berusaha mengejar kemampuan kakak2nya sekuat tenaga, dengan segala keterbatasannya :)

Iuriba dan Team K3
Terus interaksi menba2 Team K3 ke Iuriba yg ngemong (mengasuh) seperti kakak ke adiknya membuat suasana di atas panggung terasa lebih hangat ketika Iuriba hadir :)

Kemarin pas lagu terakhir setlist ini, Sa ae.. eh.. maksud saya Sasae, pas member bergantian menyebutkan namanya sesuai urutan abjad, Iuriba sempat melakukan kesalahan, ketika harusnya giliran Viviyona Apriani, malah Zahra Yuriva yg angkat tangan. Untung Iona yg posisinya dibelakang Iuriba cepat tanggap dan langsung beradaptasi, memberikan kesempatan dulu untuk Iuriba baru dia angkat tangan :D Setelah lagu itu, Iuriba cengar cengir malu merasa bersalah terus Acha (Alicia Chanzia) mengelus2 bahu Iuriba sambil memberi senyum dan pandangan menenangkan. terasa hangat sekali kekerabatan di panggung :)

Keberadaan Iuriba sebagai adek kecil yg diasuh kakak2nya yg  lebih berpengalaman memberi warna baru di panggung Team K3, warna hangat di antara warna ceria, garang, dan kocak yg selama ini sudah terbangun.

Iuriba yg masih belajar dan masih tumbuh tapi sudah menunjukkan kepercayaan diri dan usaha untuk mengejar keterampilan kakak2nya, dengan segala kepolosan dia, mebuat Iuriba menjadi menarik untuk diamati pengembangannya :)

Kita belum tahu bagaimana perkembangan perjalan Yuriva nanti, tapi daku berharap dia terus mendapat kesempatan untuk berkembang dan membangun ikatan yg lebih erat lagi dengan member2 yg sudah terlebih dahulu hadir.

Sementara itu, mengamati perkembangan Yuriva sepertinya akan menjadi bagian dari kesenangan saya di fandom ini :)

Saturday, November 29, 2014

Namanya: Putri Farin Kartika

"Si Guardian Angel yang berpipi chubby! Halo, aku Farin"
Hm, kenapa Guardian Angel ya?

Anyway, nama gue Bovie. Akhirnya gue kembali ke nulis di blog ini, lebih tepatnya gue sudah menemukan alasan untuk gue kembali nulis di blog ini :))


Apa itu? Itu adalah tweet paling pertama gue ke Farin. Ini asli gue kaget banget ada member secantik itu di 3rd gen, ke mana aja gue di awal2 gue tertarik sama member lain yang bukan Farin ini. Tapi again, cantik aja gak cukup jadi alasan gue dukung.. Gue harus nonton dan liat sendiri penampilan dia.

14 November 2014 gue nonton stage Pajama Drive karena di timeline pada ribut soalnya Viny, dan beberapa member KIII ngode akan tampil di show malam itu. WL-lah gue, show malam itu adalah Akagumi, dan member tamunya ada Viny, Noella, Sinka, Frieska. Gue nonton bareng Ekan, Masucik, Kohwir, dkk. Sampai M02. Hissatsu Teleport pandangan gue terpaku ke satu member.. Gue liat dia.. Kayaknya pernah liat.. LOH ANJAY!! ITU KAN FARIN?!

Sayangnya malem itu gue belum zing baru sebatas nonton dan tertarik aja sama Farin, well.. Salahkan Ekan yang tiap liat Noella berekspresi dia selalu gesrek dan ganggu ketenangan gue dan orang2 sekitar :| Tapi di Twitter gue sempet kasih masukkan ke Farin kalo ada beberapa gerakan dance yang dia kurang pede melakukannya, jadi keliatan gak bersemangat. Tapi ya.. Baru sekali nonton gitu.

22-23 November 2014 bakal ada konser 3rd gen di teater, gue apply tanggal 22. Dan ternyata pas, tanggal 22 itu Akagumi yang perform jadi gue bakal ketemu lagi sama Farin :3 Di konser 3rd gen bawain lagu2 baru dari berbagai macam stage senpai 48 mereka, ada Party ga Hajimaru yo, Candy, 7ji 12fun no Hatsukoi, Wink wa 3kai, etc. Farin bawain unit song Tsundere.. My god!! Ingin dimanja dere-dere abis :')) Sumpah malem itu Farin keren banget, semua gerakannya gak ada keraguan, eksresinya juga pas dengan posisi Tsundere-nya yaitu alay :)) Improve-nya juga bagus. So yes, gue tetapkan malem itu penampilan dia bener stand out dan jauh dibanding malem sebelumnya yang gue nonton.

Lord have mercy..

Gue pun berencana nonton kembali penampilan Akagumi.. Sorry, Farin maksud gue. Dan sekaligus ingin memastikan sesuatu. Lalu 28 November 2014 sepertinya saat yang pas.. Gak juga sik emang jadwalnya cuman tinggal itu aja :)) Gue apply, gue nonton sendiri, gue row satu, gimana menurut lo?! DYAR!!

4 lagu awal, terutama lagu ke-2 dari Stage Pajama Drive ini gue suka banget. Meski ada yang liriknya perih, tapi tetep fun liat membernya.. Dan Farin-nya.. :p Skip skip menuju Junjou Shugi unit song dimana Farin muncul terakhir di bagian "Walau kau memelukku, tak bisa~". Gue cuma bisa mengaga kagum, wow my God.. Ada sedikit miss sih, pas mau masuk reff kedua, Farin kayaknya kurang fokus sampe lupa deketin mic kebibir di bagian dia nyanyi :') Apa yang kamu pikirkan gadis muda?

Di lagu Shiroi Shirt & Kokoro no Placard akhirnya gue zing juga sama dia.. Kemudian gesrek :))
Show pun selesai dan tinggal nungguin hi-touch, cuman abis itu LINE gue bunyi dan dapet kabar bahwa Farin akan DS. Oke gue keluar hi-touch lebih cepet tanpa nunggu2 lagi.. Sampe di luar gue malu.. Asli malu mau minta form handshake :'|

Terus gue liat Ekan lagi antri beli di depan kasir, gue diem di sebelah dia aja dulu. Karena setelah gue liat2 Farin bakal balik ke meja kasir buat ambil form lagi.. Beneran dong :)) Dia balik dan inilah kesempatan gue:
Gue: Ngg, hai Farin.
Farin: Ya?
Gue: Itu, kalo mau beli handshake gimana ya?
Farin: Ha? ..Oh tinggal ngisi ini aja kok *sambil ngasih form*
Gue: Oh gitu.. Ah, iya kalo mau handshake-nya sama yang namanya Farin gimana caranya ya?
Farin: *Begong* He? Kakak gak tau? *kemudian nunjuk nama Farin di form*
Gue: Iya gak tau nih. Oh ini ya, um, kamu cuma satu sesi?
Farin: Iya kak *mengangguk*
Gue: Oh pagi banget ya *sambil nulis angka di form*
Farin: Iya *sambil nunggu gue nulis angka berapa di form*
Sumpah nanti gue harus minta maaf kayaknya :)) Gue bukan baru pertama beli sih, tapi emang baru pertama mau handshake sama Farim X) Gomen, ne..
Begitulah, singkatnya gue melihat sesuatu di Farin yang gak kalian liat aka calon kami-oshimen detected. Gue bakal ngobrol banyak kayaknya 7 Desember sama dia. Oh iya lo kalo mau beli handshake sama dia segerakanlah, masih banyak kok masih 100an gitu :9

See ya!!

 Katanya sih, ayo tidur jangan begadang..

PS: Di stage Pajama Drive kalo lo pengen fokus liat Farin, silahkan pilih bangku biru, row 1-6 okelah. Blokingan 2, 3, 4, dia sering di situ. Selamat menonton :3

Monday, September 22, 2014

Shani Indira Natio


agak mirip gaby ga sih?



Beberapa kali gw lihat Shani di show Pajama drive Gen 3, tapi gw akhirnya baru tergerak menulis tentang dia setelah gw lihat dia di setlist Dareka no Tameni bareng Team J :)

Pertama kali lihat Shani pada saat dia gantiin Yuuka di show Pajama Drive Team Putih Gen 3 JKT48. Di Team Songs secara umum performance dia sebetulnya cukup, tapi belum cukup menonjol untuk menangkap perhatian gw. Di unit song, dia tampil sangat baik, tapi sayangnya Andela tampil lebih baik lagi dari dia sehingga di unit dua orang tersebut perhatian gw lebih banyak ke Andela.

Di show Pajama Drive Team Merah, dia sedikit lebih menonjol daripada ketika dia bersama Team Putih, terutama di Unit Song Temo Demo no Namida yg dia tampil lebih kuat dari Milen. Tapi itu pun belum cukup untuk membuat gw memperhatikan dia lebih jauh.

Di show DnT 9 september 2014 yg lalu, Shani adalah salah satu dari 5 orang trainee yg ikut perform di show tersebut menggantikan member2 Team J yg tidak bisa hadir, dan di show ini lah gw pertama kalinya menjadi tertarik untuk membahas Shani :)

Pertama kali yg menarik perhatian gw dari Shani adalah wajah dia yg terlihat agak gugup dan agak tegang ketika berada di sekitar kakak2nya di Team J, mungkin dia masih merasa minder atau apalah. Saat dua kali MC di mana hanya ada member2 Trainee di atas panggung, Shani terlihat jauh lebih relaxed.

Tapi yg benar2 mulai membuat gw mulai tertarik adalah ketika lagu Dareka no Tameni. Lagu ini adalah lagu yg mengungkapkan “selflessness”, sikap tidak mementingkan diri sendiri, berbuat dan hadir untuk orang lain, bukan sekedar untuk kepentingan diri sendiri.

Beberapa kali gw nonton show DnT Team J, gw belum pernah melihat member2 Team J bener2 bisa membawakan feel tersebut. Pertama kali gw merasa Team J tahu2 bisa membawakan feel lagu tersebut adalah ketika HS Event Flying Get di Balai Kartini ketika gw nonton dari jauh dan tidak bisa melihat dengan jelas ekspresi wajah mereka, tapi begitu layar lebar men-zoom wajah2 member2 Team J, feel itu langsung hilang lagi. Ya, ekspresi wajah member2 Team J alih2 memancarkan ketulusan dan “selflessness” malah memancarkan kesan self centrist dengan ekspresi wajah “lihat aku dong”. Shani adalah member pertama yg gw lihat yg bisa membawakan lagu ini dan memancarkan kesan “selflessness” yg tersirat dalam lirik lagu ini :)

Setelah lagu Dareka no Tameni, respek gw ke Shani bener2 tumbuh pada saat lagu Namida Uri no Shoujo dibawakan.

Sama dengan Dareka no Tameni, selama ini gw belum lihat show di mana member2 Team J mampu membawakan feel lagu ini. Lagu ini adalah lagu dengan cerita yg sangat menyedihkan dalam liriknya, tentang gadis yg terpaksa menjajakan cinta yg berusaha tetap optimis meskipun menjadi kasta terbawah dalam kehidupan sosial, tapi semua harapan itu pada akhirnya hanya seperti impian gadis penjaja korek yg hilang bersama dengan padamnya korek api. Member2 Team A, terutama Takamina, sering sampai menangis ketika membawakan lagu ini, menghayati sedihnya cerita lagu ini, sedangkan member2 Team J di show2 DnT yg gw tonton sebelum ini membawakan lagu ini dengan senyum2 manis seolah lagu ini adalah lagu yg membawakan cerita yg ceria.

Shani dan Wawa adalah member2 yg akhirnya bisa memancarkan sedihnya cerita lagu ini. Shani ekspresinya bisa memancarkan image gadis yg berusaha tegar tapi menyimpan kepedihan di hatinya, dia seperti mengurung diri dalam diunianya, bertahan tetap tegar menanggung kepdihan diantara gemerlap kehidupan (yg disediakan oleh senyum2 manis, ceria, dan genit member2 Team J lainnya). Melihat Shani di lagu Namida Uri no Shoujo jadi benar2 melihat gadis terkucil yg berusaha tetap tegar menjajakan air mata di tengah dunia yg tertawa senang tak peduli.
si cantik ini meskipun gampang tegang tapi jago menyampaikan emosi dalam dance-nya lho :)
Gw belum banyak tahu tentang Shani, tapi setelah show itu, gw jadi tertarik untuk memperhatikan lebih jauh performance Shani, terutama di lagu2 yg kental dengan kandungan emosi :)



Monday, September 8, 2014

Sebuah Kejutan yg Menyenangkan

tentang Maria Genoveva Natalia Desy Purnamasari Gunawan

Idol adalah teman

Dulu gw punya teman ngobrol di twitter, seorang woti (wota cewe) dari Cilacap, namanya Desy, sering dipanggil Nju KW. Sekitar masa2 rekrutmen gen 3, tiba2 Desy ga pernah lagi nongol di twitter, gw pikir dia mungkin sudah memilih utk ga wowotaan lagi dan memutuskan utk ganti akun Twitter, yasudahlah.


Terus terang gw ga gitu ngikutin gen 3 pada masa audisi mereka, jadi gw ga terlalu tahu siapa aja kandidat2nya. Pada saat pengumuman nama2 yg terpilih jadi member gen 3 JKT48, gw melihat foto2 mereka dan ada yg mirip ci desy, “ah ini mirip desy”, pikir gw, terus begitu gw lihat namanya eh ternyata beneran ini Desy!!!! :D


Waktu temen2 sesama fans pada nanya ke gw “dukung siapa nih di gen 3?”, gw selalu jawab “Maria Genoveva Natalia Desy Purnamasari Gunawan”. Yaiyalah, meskipun belum pernah ketemu muka sebelumnya, temen sendiri masa ga didukung. Tapi di sisi lain sebetulnya gw sendiri agak waswas.


Menurut pengalaman gw menjalankan hobi idoling ini, memilih idol yg kita dukung bukan karena kekaguman atau rasa suka yg muncul ketika melihat mereka beraksi itu beresiko kecewa/bosan yg seringnya pada akhirnya membuat kita berhenti mendukung idol tersebut. Rasa waswas dan ragu itu menggantung di pikiran gw, gw pengen dukung Desy, tapi bagaimana kalau ternyata sebagai idol dia ga asik untuk didukung? Mau gimana juga, kita kan jalanin hobi ngidol (atau hobi lain apapun) itu juga demi kesenangan kita kan?


Udah gitu gw juga khawatir gw jadi canggung dalam bersikap, antara tetap bersikap sebagai teman ke dia, dan menempatkan dia dalam posisi dia sebagai idol.


Untungnya, rasa waswas gw tidak beralasan :)


Pertama, Desy mengejutkan gw dalam tampilan fisiknya. Ok, dari dulu kita tahu Desy itu cakep, tapi cakep sebagai penduduk sipil, bukan cakep idol,n gw selalu khawatir karena dia orangnya tinggi dan kurus, biasanya orang yg tinggi dan kurus kaya desy gitu postur berdirinya kurang bagus. Tapi ternyata setelah menjadi member, Desy berhasil tampil dengan kecantikan kelas idol, n postur berdirinya pun cukup baik, meskipun ga bener2 tegap tapi juga ga terlalu membungkuk.


Kedua, Desy mengejutkan gw dalam on stage performance. Performance Desy termasuk yg bagus di team Trainee generasi 3 saat ini, baik di group songs maupun di unit song kagami no naka no Jean D’arc, Desy tampil dengan sangat baik.


Ketiga, Desy menge… eh yang ini ga terlalu mengejutkan sih, karena dari dulu dia memang enak kalau diajak ngomong, cerdas dan suka memberi response dari sisi yg ga terduga :) Desy hands down adalah MC terbaik di gen 3 JKT48 saat ini, bahkan lebih baik dari sebagian besar member2 Team J maupun Team K3. Dari seluruh member JKT48, kemampuan Desy dalam mengolah MC menjadi menarik dan kocak mungkin termasuk 5 besar, atau paling ga 10 besar.


Keempat, Desy mengejutkan gw dengan sikap dia dalam menghadapi fans.  Hilang kekhawatiran gw akan kecanggungan bersikap kalau ketemu Desy karena ternyata Desy di depan fans pun bersikap sangat friendly, bersenda gurau dan ledek2an selayaknya teman,  sehingga gw jadi ga perlu bingung lagi membedakan antara bersikap seperti teman atau bersikap seperti fans ke idol, karena Desy memperlakukan fans seperti Desy memperlakukan teman :)


Satu hal lagi yg gw amati dari Desy, dia terlihat sangat menikmati menjalankan peran dia sebagai member JKT48 ini, mungkin faktor bahwa dia dulu adalah fans juga berpengaruh. Kata orang berat ringan suatu pekerjaan sebetulnya tergantung apakah kita menghadapinya dengan hati kesal atau hati riang. Perjalanan Desy di jalan idol masih panjang, penuh peluang dan tantangan, tapi sikap riang Desy dalam menjalaninya membuat gw optimis bahwa dia akan bisa membuat dia mampu menghadapi tantangan2 dan kesulitan2 yang akan dia hadapi nanti.


Desy sebagai member JKT48 sejak awal adalah kejutan buat gw, dan ternyata kejutan ini adalah kejutan yang sangat menyenangkan. Skill dia di panggung baik dalam performance maupun MC, kerja keras dia untuk bersikap profesional sebagai idol, sikap friendly dia dan sikap riang dia dalam menjalani jalan idol membuat gw semakin tertarik untuk mendukung dan mengamati perjalanan dia sebagai idol :)
Des, sekali2 pake kacamata dong onstage 




Tuesday, September 2, 2014

Perkembangan Show Trainee Gen 3, Agustus 2014

Di bulan agustus ini saya sempet nonton 3 show trainee, 1 x team merah, 2 x team putih.

Sebelum liburan puasa lebaran, saya sempat bercerita tentang penampilan team merah yg lebih rapih dan secara umum lebih bagus dari pemapilan team putih, setelah lebaran ini, saya melihat penampilan team putih jadi lebih menyenangkan daripada team merah, sampai saya memutuskan untuk nonton tream putih satu kali lagi untuk memastikan bahwa mereka benar2 meningkat pesat, bukan gairah sesaat aja. Berikut catatan pengamatan saya tentang show dan perkembangan member2 trainee gen 3 JKT48 :)

The Show
Team Merah, 2014-08-08
Secara umum performance masih sebaik sebelum lebaran, ada peningkatan dan ada sedikit penurunan (mungkin bukan penurunan, hanya fluktuasi saja :) )

Unit Songs
Tenshi no Shippo
Member: Grace-chan, Shania Gracia, Feni (fenny?)
Grace-chan sangat terlalu lembek dalam membawakan lagu ini, sebagai center dia terlihat seperti agak malas dan lembam membawakan lagu yg bertema genit dan ceria ini.

Kebalikannya, Feny terasa berlebihan membawakan unit ini, sejujurnya keluwesan gerakan Feny sangat baik, tapi sayang dia melakukan gerakan2nya secara berlebihan, ekspresi wajahnya pun demikian sehingga terkesan overacting.

Shania Gracia belum sempurna, masih sedikit kurang enerjik, tapi overall dia adalah member yg paling menyenangkan dilihat di lagu ini, paling mendekati feel lagu ini. Pada saat baru masuk balon yg dipegang Gracia terlelpas dari batangnya sehingga dia hanya memegang batang pegangan balin, tanpa balonnya. Ekspresi wajah dia nyengir2 kocak :D


Pajama Drive
Member: Elaine, anin , Farina
Seperti pertama kali saya nonton, Elaine sangat menonjol dibanding rekan2nya di unit ini. Satu kelemahan Elaine yg semakin saya rasakan adalah: ketika dia perform dia terasa detached, tidak konek baik dengan penonton maupun dengan sesama rekannya di panggung. Ga separah Cindy Yuvia, tapi rada mirip symptom-nya. Wajah elaine tersenyum manis, dan sangat baik kalau untuk di foto, tapi untuk sebuah tontonan live, terasa menyendiri dan tidak terhubung secara emosi.

Anin cukup baik, gerakannya ga setegas Elaine dan enerjinya masih sedikit kurang untuk unit yg seharusnya enerjik ini, tapi dia terasa dia bisa mengimbangi elaine dan mengkomplemen unit ini dengan ekspresi wajahnya yg menyenangkan,

Farina terasa sangat tertinggal level enerjinya dibanding kedua rekannya, gerakan yg dia lakukan seperti tidak didorong oleh suatu keinginan, melainkan hanya bergerak sesesuai gerakan yg tercantum di step sheet-nya saja.

Untuk unit ini, Anin yg terbaik menurut gw, meskipun dance-nya ga serapih elaine, tapi koneksi emosi dengan penonton lebih terbentuk sehingga gw yg nonton pun merasa lebih hangat lihat dia

Junjou Shugi
Member: Manda, Tria Rona, .....
Manda cukup baik, tapi serius, Tria Rona mendominasi unit ini, gerakan dance-nya luar biasa baik dari ekspresi, kelenturan, emosi yg terpancar dari dalam gerakannya, simply breathtaking. Yang nari satu lagi bahkan saya sampai tidak sempet memperhatikan, maaf ._.

Temo Demo no Namida
Member: Milen, Shani
Performance kedua member ini cukup baik, sangat baik untuk ukuran trainee yg baru beberapa minggu membawakan unit ini. Baik dari ekspresi wajah, akurasi timing, enerji.

Performance Milen dan Shani yg sangat baik ini bikin saya penasaran dengan tingkat performance Andela, karena seingat saya, level performance Andela di unit song ini lebih bagus dari Milen dan Shani. Dan itu kemudian terjawab ketika saya nonton show team putih beberapa hari setelah show team merah ini :D

Kagami no Naka no Jean D'arc
Member: cesen, chikita, aurel, desy, sofia
Cesen sebagia center masih lebih lemah daripada chikita, desy, bahkan sofia, baik dari segi gerakan maupun ekspresi wajah, sehingga overall performance unit ini jadi terasa kurang bertenaga.

Desy dan Chikita tampil prima dengan enerji dan akurasi gerakan yg cukup baik. Sofia... lembut di lagui lain, tapi di lagu ini dia tampil garang, meskipun enerjinya ga sekeras desy dan chikita, tapi ekspresi wajahnya garang.

Group Songs
Di group songs, beberapa member cukup menarik perhatian saya.
Elaine, meskipun gerakannya cepat dan cukup akurat timingnya, elaine melakukan gerakan seperti tanpa emosi. Di lagu inochi no tsukaimichi, ada koreo di mana member2 menjulurkan tangannya lalu menariknya kembali, itu sebetulnya membentuk gerakan seolah2 merenggut penonton dan menariknya ke panggung, elaine bener2 hanya menjulurkan tangan lalu menariknya  kembali, seperti anak2 main cang kacang panjang aja :D

Triarona... hehehe no comment deh, mbak ini buas banget dance-nya, dia ga kompromi semua lagu dihajar dengan full enerji dan full emosi oleh dia. Ampun, mbak... kapan2 joget di unit bareng omi2, noella, natalia, sendy, kayanya asik, mbak :D

Grace-Chan, di unit song dia terlihat lemah sekali, tapi di group songs, permainan ekspresi dia cukup bisa merenggut nafas yg melihat dia untuk beberapa saat :)

Feni..... STOP TRYING TOO HARD. secara gerakan sebetulnya dia cukup bagus, detail2 gerakannya lebih bagus dari sebagian besar member2 se-teamnya, sayangnya dia terlalu berlebihan dalam mengeksekusi hampir semua gerakannya dan ekspresinya sampai level mengganggu. Dan plis, stop kembungin pipi. Kembungin pipi memang jadi senjata maut bagi beberapa member, tapi ga semua member cocok melakukan itu (Yupi salah satu yg ga cocok)



Team Putih, 2014-08-14, 2014-08-20
Unit Songs
Tenshi no Shippo
Member: Syahfira Angela (einjel si bawel), Nina Hamidah, Zebi Fawaz
Angel tetap tampil dengan sangat baik, dengan perimbangan antara senyum empuk agak genit agak manja dan gerakan dance yg cukup baik.

Zebi sudah jauh lebih bagus sekarang, dia seperti sudah menemukan "cantik dari dalam" dirinya sendiri, sekarang gerakan dan ekspresi wajah dia jauh lebih terkendali, jauh lebih bagus dan enak dilihat dan jauh lebih terdefinisi emosi yg diekspresikannya :) Nice, Zeb :)

Nina, sebelum ini  dance dia juga sudah  baik, tapi sebelumnya ekspresi wajah dia terlihat tegang dan gerakannya agak kaku seperti menghapal , kali ini dia sudah JAUUUH lebi baik, senyum dia hangat seperti benar2 terpancar dari rasa senang dalam hati, ekspresi wajah dia jauh lebih nyaman, nyengir2 dia membuat performance dia jauh lebih hidup.

Saya bingung siapa yg paling baik di unit ini, ketiga member yg perform di unit ini hampir benar2 menyatu memberikan suatu orkestrasi gerakan dan ekspresi wajah yg menyenangkan.

Zebi memang masih terasa sedikit di bawah Angel dan Nina, tapi dia pun sangat menyenangkan dilihat. Antara Nina dan Angel saya bingung, dua2nya luar biasa :)

Farina mungkin paling lemah di show ini, bukan karena dia jelek per se, tapi karena dia sama sekali tidak berusaha untuk perform, hanya menjalankan gerakan2 yg ada di step sheet sepanjang show, tanpa ekspresi, tanpa emosi, tanpa gairah dalam gerakannya.


Pajama Drive
Member: Michelle (lele polkadot), Kezia , Farina
Farina di show tanggal 20 agustus secara tidak terduga tampil bagus, gerakan2 dia tidak lagi tanpa ekspresi dan gairah, sekarang gerakan2 dia sudah seperti didorong oleh perasaan dalam hati :)

Michelle, kemampuan dancenya juga sudah jauh membaik. Dia masih suka konyol dan kadang masih suka salaah2, tapi udah jauh lebih baik. Dan saya SUKA BANGET sama ekspresi dia pada saat membawakan unit song ini. Angkuh, jutek, in control... la principessa!!! well, a bratty snob principessa :3

Kezia.... cukup baik, tapi dia sering terlihat ragu2 dan kurang percaya diri dalam eksekusi gerakannya, jadi hasilnya ga optimal. Padahal kezia ini sepertinya punya potensi untuk tampil ganas kalau dia bisa melepas kekangan keraguan dan kurang percaya dirinya.

Junjou Shugi
Member: Alycia, Feryana, Nadhifa Salsabilah, Septi(?)
Begitu Show mulai, Alycia langsung menghajar keras, tadinya saya berpikir bahwa ini akan menjadi Cia showcase lagi tapi kemudian para backdancer masuk, dan ada Triarona!!!!

Dari dulu saya sudah penasaran ingin lihat perbandingan langsung performance Cia dan Tya sebagai dance machine dari masing2 team, dan malam itu saya akhirnya berkesempatan melihatnya.

Cia tampil dengan penuh semangat dan gerakan yg sangat ekspresif penuh dengan ledakan emosi....
Tapi ternyata Tya masih di atas Cia level dance-nya, gerakan2 Tya enerjik, powerful, lentur, dan tetap akurat, ekspresi emosi yg terkandung dalam gerakan dan mimik wajah Tya bener2 terasa liar, buas, rasa respek tumbuh setiap kali melihat Tya dance, respek seperti saat kita melihat seekor harimau berjalan dengan penuh percaya diri di dekat kita.

Nadse sebelum puasa terasa tenggelam oleh Cya, tapi kali ini tidak. Dance dia memang tidak sedahsyat Cia, apalagi Tya, bahkan sebetulnya dance nadse masih agak lemah, tapi malam ini dia mengkompensasi kekurangannya di dance dengan permainan ekspresi mimik wajah yg luar biasa!! :3

Septi.... uhm.. maaf, ga sempat melihat :3


Temo Demo no Namida
Member: Andela,Rizka Khalila
Ok, Andela itu performmnya keren.. BANGET

Tapi kerjasama Yukka dan Andela menjadikan show unit ini jadi jauh lebih keren daripada sekedar performance Andela plus Yukka!!!!

Sinkronisasi timing, tenaga, dan ekspresi emosi antara Andela dan Yukka simply luar biasa...


Kagami no Naka no Jean D'arc
Member: Sisca, Chikita, Indah, Desy, Angi

Unit yg sangat memuaskan performance-nya, semua tampil dengan enerjik dan ekspresi wajah yang garang. Anggi terasa agak lemah dibanding rekan2nya.


Group Songs

Andela luar biasa, postur, enerji, gerakan, ekspresi wajah... luar biasa. She's heroic.

Cia dancenya keren, enerji level berlebihan tapi akurasi timing dan bentuk gerakannya tetap sangat baik!

Septi(?) dance-nya keren juga ternyata, tapi ekspresi wajah dia yg cenderung rada kocak bikin dia kurang berkesan di unit Junjou shugi, di group songs, dia oke banget.

Sisca dance-nya enerjik, tapi ekspresi wajahnya sering kaya pengen nyengir2 atau pengen ketawa, bikin dia agak kurang gigit, terutama di lagu2 serius seperti inochi no tsukaimichi dan suifu wa arashi ni yume wo miru.

Angela bikin happy senyumnya, and that's what being entertainer all about, right ? making people happy... Performance dia cukup, rapih, bagus, tapi ga sampai luar biasa. Tapi senyumnya itu jadi nilai plus banget.

Kezia... duh, jadi pengen nyemangatin kezia untuk lebih berani melepas dirinya ketika perform :)


Ok, segitu dulu sedikit catatatn tentang performance team merah dan team putih gen 3 JKT48 bulan agustus lalu, nanti saya mungkin juga akan menulis tentang perkembangan per membernya :)








Tuesday, June 10, 2014

Kesan Pertama Terhadap Beberapa Member Gen 3

Setelah berkesempatan menonton show Pajama Drive yg dibawakan oleh para trainee generasi 3 JKT48 Team Putih dan Team Merah masing2 satu kali, berikut kesan gw terhadap beberapa member yg cukup menarik perhatian gw.


1. Elaine Hartanto
Gw sangat percaya bahwa Elaine akan menjadi wajah Generasi 3 JKT48. Gadis mungil berumur 18 tahun dengan wajah imut ini punya beberapa kelebihan yg membuat dia menonjol dibandingkan sebagian besar member2 gen 3 lainnya:

Wajah Ramah Kamera (photogenic).
Like it or not, pasar utama JKT48 adalah iklan, dan buyer iklan menyukai wajah yg terlihat bagus di kamera, Elaine mempunyai wajah yg sangat menarik baik dilihat langsung maupun melalui kamera

Proporsi tubuh dan postur yg bagus.
Kira2 argumen yg sama dengan point sebelumnya, dan ini berpengaruh bukan hanya untuk keperluan iklan. Postur yg baik juga membuat dance Elaine enak dilihat.

Dance yg cukup baik
Untuk ukuran trainee, yg baru beberapa kali perform, dance Elaine bagus banget, akurasi timing, range gerakan, form, secara umum sangat baik (untuk ukuran trainee lho, ya, belum bisa dibandingkan dengan member2 K3 ya). Kalau Elaine sudah mulai bisa meningkatkan stamina otot2nya dan bisa lebih memberi momentum pada gerakan2nya, maka dance dia akan dahsyat banget. Member2 Team, hati2 lah sama Elaine :)

Ekspresi wajah yg menyenangkan.
Meskipun masih sering terasa disconnected dengan sesama member lain ataupun dengan penonton, ekspresi wajah Elaine pada saat perform sangat baik, percaya diri, rapih, menyenangkan dilihat.

Elaine belum terlihat kemampuannya di MC. Elaine juga bukan (belum?) termasuk member yg rajin/ahli dalam memberi fan service (eye contact/eye lock dari atas panggung, pada saat high touch), buat beberapa fans ini mungkin kekurangan dia, tapi buat gw ga terlalu berpengaruh, Elaine punya potensi yg cukup bagus untuk dikagumi, meskipun tanpa dia perlu memberi fan service yg melimpah. Dulu gw juga memutuskan untuk menjadikan Noella sebagai oshimen jaman fan service dia masih sekadarnya koq :)


2. Andela Yuwono
(Yuwono itu merek produk ikan bandeng dari semarang itu bukan sih?)
Andela adalah seorang all rounder dengan yg sangat bagus, dia bagus di hampir semua sisi penampilan.

Wajah Andela manis dan khas, membuat dia mudah diingat. Postur tubuh Andela yg tinggi menjulang dibandingkan kebanyakan member gen 3 lainnya membuat dia cukup mudah menarik perhatian penonton. Tapi menarik perhatian bisa menjadi senjata makan tuan kalau dia tidak bisa menampilkan performance yg baik, untungnya Andela adalah seorang performer yg baik. Gw bahkan bisa memikirikan beberapa member Team K3 dan Team J yg performance-nya ga sebaik Andela.

Seperti juga Elaine, dance Andela juga sangat baik, bahkan masih di atas Elaine sedikit, kemampuan Andela menampakkan penjiwaan emosi yg pas melalui permainan ekspresi wajah dan bahasa tubuh juga termasuk sangat baik, Andela mungkin termasuk salah satu member JKT48 terbaik dalam membawakan Temo Demo no Namida, yg pernah gw lihat. Akurasi timing, penekanan2 pada gerakan dance, ekspresi wajahnya, keren banget :)

Andela juga sangat mumpuni dalam berbicara di MC, Mantep! Dengan aksen medhok dan gaya bicara yg santai dan selalu senyum senang, Andela bisa menghidupkan suasana theater dengan sangat baik, bahkan member2 gen 1 gen 2 yg seharusnya sudah jauh lebih berpengalaman pun banyak yg tidak sebaik Andela dalam berbicara di atas panggung.

3. Tria Rona
Dance Powerhouse. Gerakan dance Tria Rona itu luar biasa, kira2 powernya setara Naomi, tapi tipe gerakannya lebih mirip dengan Sendy/Rona Ang.

Pada saat perform di atas panggung, Tria Rona bagaikan harimau, bukan, sabertooth, buas yg menyambar2 di atas panggung. Intensitas yg terpancar di gerakan dan ekspresi wajahnya itu luar biasa! Dia sadar bahwa enerji dan penguasaan tubuhnya pada saat dance adalah kekuatan dia, dan dia tidak malu2 dalam menyalurkannya sepenuh tenaga sepanjang show, dia tidak pernah berusaha imut, dia full force tampil dengan ganas. Tria Rona mengorbankan sedikit akurasi gerakan agar dia bisa memberi interpretasi sendiri dalam setiap gerakan dance dia dengan power yg lebih besar seperti Naomi dan diimbuhi ekstra lekukan2 dan goyangan2 seperti Sendy dan Rona Ang.

Tria Rona adalah api, volcano, sabertooth,  wild force, kekuatan alam yg belum terjinakkan.

Bertambah lagi rasa kagum dan respek gw terhadap Tria Rona ketika dia mendapat sesi MC. Di sesi MC, Tria Rona yg ganas, buas, liar ketika sedang menari berubah menjadi sosok yg dewasa, ramah, terbuka, mengayomi. Tria Rona menguasai MC beramai-ramai dengan cukup baik, bukan dengan menghibur secara langsung seperti Andela, Desy, Haruka, Sisil, tapi lebih seperti menjadi moderator yg baik yg mengendalikan flow dan tektokan antara member2 yg sedang MC, sehingga member2 yg belum berpengalaman pun menjadi enak MC-nya karena moderasi dari Tria Rona. Salut Tya!

Pada saat high touch, Tria Rona cukup berani untuk lebih dulu menjangkau/memulai berbicara dengan fans dihadapannya, tapi tidak terpancar aura idol bagi2 waro ketika dia melakukan itu. Alami, natural, ringan, seperti teman yg udah lama kenal aja di mana kita ga perlu merasa keder atau gesrek atau caper ke dia, kita ga merasa perlu berlama2 depan Tria Rona karena interaksi pendek dan singkat dari dia terasa jujur ga dipaksakan, ga genit, ga manja, ga memburu, tapi membuat kita merasa udah temenan aja. Buat yg cowok2 gw rasa pada pernah ngerasain punya teman setongkrongan yg kita ga sering2 banget ngobrol sama dia, kalau ngobrol juga banyakan sepet2an "oi nyet", "kampret lo", "tae lo", dst tapi di dalam diri kita kita sadar bahwa dia itu teman baik kita, nah Tria Rona memberi kesan seperti itu pada saat High Touch.

Sayangnya, gw ga merasa yakin Tria Rona akan menjadi member yg mainstream ataupun member yg di-push oleh manajemen. Tria Rona secara fisik agak bongsor, tinggi dan agak montok, dan sayangnya buyer iklan tidak begitu suka dengan cewe dengan tipe fisik seperti itu, dan JKT48 adalah hamba iklan banget. #uhuk #honda #uhuk #sousenkyo Tapi mudah2an Tria Rona bisa menjadi Fan's Champion, member yg didukung kuat oleh fans2nya meskipun tidak di-push oleh manajemen.

4. Alycia Ferryana
Cia juga tipe dancer yg ganas. Bedanya dengan Tria Rona yg buas dan liar, Cia ganas dan metodik. Dia tipe dance-nya mirip Tria Rona, tapi ga seketat Tria Rona penguasaan tubuhnya dan masih kalah enerjik juga dari Tria Rona, tapi Cia pada saat dance bukan melulu hanya mengandalkan kekuatan dance-nya, dia juga punya kemampuan dan keberanian untuk memainkan ekspresi wajah menggoda dan eye contact pada saat perform di atas panggung. Cia adalah pemburu.

Karakteristik Cia di atas panggung  itu playful, bahkan agak mischiefious, jail. Dia suka sekali memainkan ekspresi wajah yg menggoda kalau sedang perform di atas panggung, dilengkapi dengan eye contact yg jahil ke arah penonton. Seperti Tria Rona, Cia juga mengorbankan sedikit akurasi dalam dance untuk memberi gaya khas dia sendiri, kadang dia menambahkan aksen2 seksi di gerakan dance-nya, kadang dia meluangkan waktu untuk scanning penonton, seolah-olah mencari2 siapa korban berikutnya yg akan dia goda.

Di unit song Junjou Shugi, Cia yg berada di posisi kiri panggung tampil jauh lebih menggoda daripada Nadse yg menjadi center-nya.

Gaya MC dia ceplas-ceplos  dan kadang ga terduga jalan pikirannya, percaya diri tapi ga berusaha mengambil kendali MC, tapi juga ga merusak flownya.

sayangnya, gw juga ga yakin Cia akan di-push oleh manajemen. Cia secara fisik agak pendek dan agak padat berisi. Ga jelek, sama sekali enggak, bahkan cukup seksi, tapi bukan tipe bodi model.

Oh iya satu lagi, kalau Cia rambutnya lebih terawat dan lebih tertata, dia bisa jadi lebih menggoda lagi :)

5. Maria Genoveva Natalia Desy Purnamasari Gunawan.
Maria Genoveva itu sepertinya nama baptis.
Natalia itu sepertinya karena dia lahir dekat natal.
Desy karena dia lahir bulan desember.
Purnama mungkin karena dia lahir pada saat bulan purnama.
Gunawan kayanya nama bapaknya.
Jadi nama dia yg sebenarnya cuman "sari" #halah

Seperti Andela, Desy juga tinggi menjulang, bahkan lebih menjulang lagi dari Andela, dan performance Desy juga cukup bagus. Tapi kekuatan utama desy adalah di MC. Seperti Andela, dia juga punya kemampuan membuat orang tertawa dan terhibur pada saat dia berbicara, bahkan dia sedikit lebih kocak dan lebih pandai mengendalikan flow dalam berbicara di MC daripada Andela.

Gemukin dikit, terus perkuat dance-nya sedikit lagi maka Desy bisa menjadi member yg sangat menarik dan punya potensi besar untuk menjadi salah satu wajah gen 3.

6. Syahfira Angela Nurhaliza
"Einjel" kata dia, bukan "a-ngel"
Orang tuanya sepertinya nge-fans sama Siti Nurhaliza, sama kaya gw :D

Dance dia ga terlalu istimewa, ga jelek, tapi sebetulnya ga terlalu istimewa, masih agak terasa bahwa dia level trainee. Tapi ekspresi wajah dia sepanjang show, dengan senyum polos yg terasa jujur keluar dari rasa senang di hati itu bikin gw senang sekali lihat dia sepanjang show :)

Pada saat high touch, gw puji bahwa dia performnya menyenangkan dilihat, terus dia tahu2 ketawa sambil loncat2 kegirangan.... gemes :3


7. Sofia Meifaliani
Lahir bulan April tapi namanya Mei, nama dia Sofia.

Umur masih 16 tahun, tapi penguasaan diri dia luar biasa, dia terlihat dewasa sekali di atas panggung. Dance dia ga terlalu istimewa, tapi penguasaan ekspresi wajah dia luar biasa, dia sama sekali ga pernah terlihat gugup, takut, cape, bete selama perform tetap terus terlihat lembut, senang, ramah, ceria, hangat. Kemampuan dia mengendalikan ekspresi wajah ini mengingatkan pada Melody.

Pada saat MC kemarin, dia berbicara dalam bahasa inggris ke Chika karena sedang berperan sebagai pramugari, lalu Chika karena tampaknya ga pede nge-response dalam bahasa inggris juga,  menjawab "Arigatou". Tanpa gugup, tanpa jeda yg terasa, tanpa terlihat kaget, tetap senyum senang seperti ini adalah hal yg biasa aja banget, Sofia menjawab dengan natural dan ramah "Douitashimashite"

Ini cukup luar biasa menurut gw. Pertama, banyak orang yang tahu "Arigatou", tapi ga banyak yg tahu bahwa proper response-nya adalah "Douitashimashite". Kedua, sebagai seorang trainee, dia bisa menghadapi dan mengimbangi improvisasi Chika yg ga terduga tanpa sama sekali terlihat gugup. Salut, Sofia!! :)

8. Michelle Christo Kusnadi
Michelle is beyond mere words, luar biasa dalam bentuk uniknya sendiri.

Dance dia berantakan, baik timingnya, bentuk koreo-nya, bahkan sampai posisi dia di formasi dance pun sering banget salah. Udah gitu di MC dia kadang melakukan kesalahan2 konyol seperti ketuker antara kanan dan kiri, ga hafal jiko sendiri, dll.

Tapi ga peduli seberantakan apa dance dia, ga peduli sekonyol apa dia pas MC, dia selalu senyum senang, girang, seolah apapun itu yg telah dilakukan, semua penonton senang dan mengelu2kan dia :)
Ngelihat attitude dia yg selalu positif, riang, ga murung, ga gugup, ga takut, ga sedih, ga menyesal, malah cengengesan dan cekikikan kalau bikin salah itu akhirnya bikin gw kagum sendiri sama dia. Kita jadi seperti lihat anak cewe TK yg suka dan pengen banget tampil di atas panggung, meskipun salah2 ataupun berantakan tetap have fun di atas panggung karena dia menyenanginya.

Michelle adalah member yg sangat menikmati dan menyenangi perform dan berada di atas panggung, menjadi perhatian orang banyak, dan sikapnya yg riang itu pada akhirnya membuat yg lihat juga senang, ga peduli seberapa berantakan dia dance :D

Terus terang gw ga yakin melihat dia akan seseru ini pada saat nanti dance dan MC dia udah rapih dan baik. Jadi tontonlah dia sekarang, pada saat dia masih sering melakukan kesalahan konyol :D

9. Member2 lain yg terasa cukup menarik juga, tapi belum sempat gw perhatikan bener,

a. Chikita Ravenska Mamesah
Member yg perform di Team Merah dan Team Putih.

Performance dia termasuk yg sangat bagus di antara trainee, terutama di unit song Kagami no Naka no Jean D'arc. Di lagu2 group, entah kenapa dia terlihat lebih hidup pada saat perform bareng Team Merah daripada Team Putih.

Chika suka sekali berbahasa sunda kalo lagi MC.

Gw belum sempet memperhatikan dia lebih dalam untuk mengenal karakteristik dia, tapi ada hal yg belum gw pahami bener yg membuat gw merasa pengen dukung dia juga.

Fakta bahwa dia perform di dua team aja sebetulnya sudah cukup membuat gw respek terhadap kemauan dia untuk bekerja lebih keras dari teman2 trainee lainnya, sih :)

b. Amanda Dwi Arista
Amanda juga termasuk member tipe dancer yg kuat dan menggoda, tapi dia hampir setipe banget dengan Tria Rona dan dia masih kalah dalam hal penguasaan tubuh, dan kepercayaan diri dibandingkan Tria Rona sehingga dia yg sebetulnya juga bagus terasa agak berada di bawah bayang2 Tria Rona.

c. Fransisca Saraswati Puspa Dewi
Sisca sekilas agak mirip dengan Nabilah, baik dari postur dan proporsi tubuh, cara senyum, wajah, tapi dari ga sebawel Nabilah, Sisca lebih kalem :D Dan sisca seneng2 aja dibilang mirip Nabilah :D

Dance Sisca cukup baik, dan dia cukup bisa memimpin unit song Kagami no Naka no Jean D'Arc. Kalau di MC dia juga cukup percaya diri dan lumayan kocak.



Udah segitu dulu aja seklias kesan gw dari pertama kali melihat member2 generasi 3 JKT48, next time kita bahas lebih mendalam kalau udah mengamati lebih jauh perkembangan mereka :)


Monday, February 24, 2014

Kesambet Pelangi

Halo,

Salam kenal, nama gue Yovan. Sama seperti kalian yang membaca tulisan ini, gue wota. Gue bisa dibilang fans baru di aktivitas idoling ini. Sampai tulisan ini gue buat, gue baru 5 kali nonton teater, dan semuanya show tim K III. Gue memutuskan untuk terjun ngefans di JKT48 yang dipenuhi lika-liku ini awal desember 2013.

Sebagai orang yang benar-benar awam tentang dunia idoling 48 girls, jujur gue gak tahu apa-apa. Gue gak tahu kalau ada yang namanya tim J, tim K, trainee, senbatsu, dsb nya. Berhubung gue enggak tahu tradisi yang berlaku selama ini seperti apa, anggapan awal gue tentang tim trainee itu adalah tim super-subtitute, tiap ada anggota tim J/K yang berhalangan untuk perform, saat itu lah tim trainee (setidaknya beberapa dari mereka) mendapat giliran tampil. Kalau dipikir-pikir miris juga yaa. Mengutip kata-kata dari  wota senior, tim trainee itu double the work, less the attention.

Waktu gue menonton teater pertama gue tanggal 5 januari 2014 (show tim K), gue berkesempatan melihat 2 orang tim trainee perform. Kalau saat itu gue belum hafal nama dan muka member, gue gak bakalan tahu yang mana tim trainee, mana anggota tim K. Serius, kedua member trainee tersebut sama bagusnya dengan anggota tim K yang lainnya. Gerakan dance, vocal, ekspresi, semuanya bagus. Mereka menyatu dengan baik dengan semua anggota tim K yang lainnya Mereka juga terlihat tampil percaya diri, sangat bernafsu untuk memperlihatkan kepiawaian mereka kepada fans yang datang. Tapi sayang, gue belum melihat Dena Siti Rohyati saat itu (secara langsung).

Gue berkesempatan melihat Dena perform pertama kali pada show teater Boku no Taiyou tanggal 24 Januari 2014. Gue ingat banget, waktu itu Dena mengambil banyak posisi blockingan yang didepan. Yang pertama ada dipikiran gue adalah : Dena ini keren juga yak. Dia terlihat sangat percaya diri, dance nya sangat powerful. Waktu sesi mc pun Dena juga menonjol. Salah satu tema sesi mc malam itu adalah tentang lagu. Gue udah lupa detilnya, intinya tiap member disuruh nyanyi lagu favorit. Dan dari semua member, cuma Dena yang menyanyikan lagu dangdut. Entah didorong oleh rasa profesionalitas diatas panggung atau memang karena urat malu yang sudah putus, Dena menyanyikan lagu dangdut (gue gak tau judulnya apaan) dengan menggebu-gebu. And it was epic. Sisa show malam itu pun akhirnya gue lewatkan dengan focus melihat Dena. Dan gue sama sekali gak menyesal pulang dari show malam itu, gue berkesimpulan: gue senang melihat Dena perform.

Minggu depannya gue berkesempatan untuk dapat menonton teater lagi. Sebelum nonton gue sudah mendapat info bahwa Dena akan perform. Kali ini dari awal gue focus melihat Dena. Ekspresi muka nya di unit song Idol Nante sangat lucu. Menggemaskan, tapi terlihat sangat natural. Gerakan dance nya tidak kalah bagus dari teman satu unit nya. Di grup song pun Dena terlihat energik dan mampu menyesuaikan diri dengan member yang lainnya. Benar-benar keren. Sepanjang show itu yang ada dipikiran gue cuma Dena, Dena dan Dena. Pulang dari show pun juga masih kepikiran tentang Dena. Dan saat itu juga gue perdana mention Dena di twitter. Gue langsung memutuskan malam itu juga untuk memilih Dena sebagai oshimen gue. Ya, seperti judul tulisan ini, gue ‘kesambet’ Dena.

Ngomong-ngomong, kalian pasti sudah tahu ada perubahan besar di dalam JKT48. Perubahan yang baru diumumkan di acara Handshake Festival single Musim Panas Sounds Good tanggal 23 Februari 2014 kemarin. Yaitu bergabung nya Rachel dan Vanka dari tim trainee ke tim J, sedangkan tim trainee yang lain masih menunggu kejelasan nasib karir mereka. Tentunya pihak management pasti punya pertimbangan sendiri saat memutuskan hal tersebut. Hmmm, menurut kalian sendiri, apa yang diipikirkan Dena sekarang? Apakah sedih? Marah? Kecewa? Hanya tuhan dan Dena yang mampu menjawab.\

Kita tahu bahwa pelangi muncul disaat berakhirnya hujan. Setelah ditutupi oleh awan hitam, akan timbul seberkas cahaya indah yang bersinar terang dilangit. Seperti pelangi, akan tiba saatnya Dena bersinar paling terang di panggung itu. Gue yakin Dena sanggup menerangi kegelapan diteater dari cahaya dipancarkan oleh dirinya.

Keep on shining, our cutey rainbow!